Rabu, 22 April 2015

Penerapan Konsep 3R Pada Desain Interior Ruangan



Green Architecture, atau Arsitek Hijau bukanlah hal yang asing lagi bagi telinga kita, namun masih banyak yang belum menyadarinya bahwa bertapa pentingnya konsep ini. Arsitektur dituding sebagai pemakai energi dan penyumbang pemanasan global, mendengar hal tersebut seorang Arsitek setidaknya bisa menerapkan konsep Green Architecture pada rancangannya. Salah satu hal yang dapat membantu bagi Arsitek menjadi referensi dalam mendesain adalah dengan mengusung konsep 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle. Sebagai calon Arsitek Muda (amien) penulis cukup tertarik dengan 3R ini untuk diterapkan dalam desain, baik itu desain untuk tugas kuliah maupun untuk lomba / sayembara. Namun, sebelum diterapkan maka harus mengerti dulu maksud dari 3R tersebut.

Penerapan 3R bisa dilakukan dari hal yang terkecil, misalnya dengan mengolah sampah menjadi kompos atau memanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) juga masuk dalam penerapan konsep 3R ini. Selain itu, setiap orang juga bisa dapat melakukannya setiap hari dalam setiap kegiatannya, seperti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya (Reuse), mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah (Reduce), dan mengolah sampah kembali (daur ulan / Recycle) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Maka dari itu, untuk menjalankan sebuah konsep yang besar harus dimulai dari yang terkecil, dengan dimulai dari kita J

Konsep 3R emang mudah difahami, namun masih sulit untuk diterapkan. Dan, dilihat dari kacamata Arsitek, Arsitektur dapat memiliki peran penting dalam mendesain konsep dengan menerapkan konsep 3R ini, contohnya Penerapan konsep 3R ( Reuse, Reduce, dan Recycle) pada Desain Interior Ruangan





Contoh diatas, merupakan salah satu contoh penerapa konsep 3R pada interior, dengan pemanfaatan tangga kayu bekas menjadi rak buku yang menempel di dinding, ini telah mencakup dari konsep 3R tersebut, menggunakan kembali tangga bekas (reuse), sehigga dapat mengurangi barang yang telah menjadi sampah (reduce), lalu menggunakan kembali menjadi sebuah rak buku (recycle) . Namun ada juga yang lagi nge-trend belakangan ini, yaitu penggunaan bahan kayu pallet menjadi pelengkap furniture interior yang dapat memberi kesan lebih vintage, modern,  dan retro.

Contoh diatas juga merupakan konsep dari 3R. Bagus ?, Toh dalam mendesain Interior Ruangan tidak harus dengan harga mahal, namun juga bisa menerapakan konsep 3R diatas dengan menggunakan bahan yang tidak terpakai lagi, sehingga dapat meminimalisirkan sampah, dan kamu bisa rcycle barang tidak terpaki menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.              


picture result : http://www.woohome.com thanks :)
by @rzkian_

 
 
Copyright © rizki kurniawan
Blogger Theme by BloggerThemes