Jumat, 17 Oktober 2014

Tanggapan : Pengertian Hukum Pranata Pembangunan

Rizki Kurniawan - @rzkian



Tanggapan : Pengertian Hukum Pranata Pembangunan

( Review : Pengertian Hukum Pranata Pembangunan )

Hukum Pranata Pembangunan merupakan kumpulan dari peraturan-peraturan yang mengikat manusia terhadap suatu bangunan baik itu bangunan berasal dari pemerintah maupun norma sosial yang berlaku ditempat dimana bangunan itu hendak di bangun dengan tujuan meningkatkan kehidupan manusia lebih sejahtera.
Kini banyak masyarakat dan konstitusi bebas membangun bangunan gedung sesuai dengan kebutuhan, kesediaan dana, bentuk, konstruksi, dan bahan yang digunakan, tetapi disini Hukum Pranata Pembangunan menjelaskan banyak hukum hukum dalam membangun bangunan yang harus diketahui masyarakat agar tercipta bangunan yang tepat guna. Tidak hanya masyarakat yang hendak ingin membangun bangunan saja, tetapi para pemilik ilmu seperti Teknik Sipil, Arsitek, Perencanaan Wilayah, dan lainnya perlu memegang peranan ini untuk dapat mengerti dan memahami Hukum Pranata Pembangunan.


Rizki Kurniawan - 3TB03

Hukum Pranata Pembangunan & Struktur Hukum Pranata

Rizki Kurniawan - @rzkian
 

Pengertian Hukum dan Pranata Pembangunan

Sebelum membahas tentang Hukum dan Pranata Pembangunan lebih jauh author akan menjelaskan apa pengertian dari Hukum dan Pranata Pembangunan. 

Kutipan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (On Line) sebagai berikut :
Hukum adalah (1) peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; (2) undang-undang, peraturan, dsb untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat; (3) patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dsb) yg tertentu; (4) keputusan (pertimbangan) yg ditetapkan oleh hakim (dl pengadilan); vonis. Sedangkan
Pranata adalah sistem tingkah laku sosial yg bersifat resmi serta adat-istiadat dan norma yg mengatur tingkah laku itu, dan seluruh perlengkapannya guna memenuhi berbagai kompleks kebutuhan manusia dl masyarakat; institusi.
Untuk menjelaskan hubungan antara Hukum dan Pranata dengan Pembangunan, author akan mengutip dari sebuah buku "Hukum Bangunan Gedung di Indonesia" :

Bangunan gedung merupakan buah karya manusia yang dibuat untuk menunjang kebutuhan hidup manusia, baik sebagai tempat bekerja, usaha, pendidikan, sarana olah raga dan rekreasi, serta sarana lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bangunan gedung sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, mempunyai peranan yang sangat strategis dalam pembentukan watak, perwujuan produktivitas, dan jati diri manusia. Oleh karena itu, penyelenggaraan bangunan gedung perlu diatur dan dibina demi kelangsungan dan peningkatan kehidupan serta penghidupan masyarakat, sekaligus untuk mewujudkan bangunan gedung yang fungsional, andal (dapat dipercaya, KBBI.), berjati diri, serta seimbang, serasi, dan selaras dengan lingkungannya. Untuk menjamin kepastian dan ketertiban hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung, setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung.
Dewasa ini bangunan gedung di Indonesia telah diatur dalam dasar hukum yang kuat, yaitu dalam bentuk undang-undang yang memiliki aturan pelaksanaan berupa peraturan pemerintah. Undang-undang dimaksud adalah UU nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung yang diundangkan dan mulai berlaku pada tanggal 16 Desember 2002. Sebagai aturan pelaksanaannya pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung, yang ditetapkan dan mulai berlaku pada tanggal 10 September 2005.
Pada dasarnya setiap orang, badan, atau institusi bebas membangun bangunan gedung sesuai dengan kebutuhan, kesediaan dana, bentuk, konstruksi, dan bahan yang digunakan. Namun, masyarakat perlu memahami tentang undang-undang dan peraturan pemerintah sebagai aturan hukum yang mengatur bangunan gedung, agar dapat melaksanakan penyelenggaraan bangunan gedung secara benar. Selain masyarakat umum, orang-orang yang menggeluti disiplin ilmu teknik sipil, arsitek, perencanaan wilayah, lingkungan hidup, hukum, dan penilaian juga perlu memahami aturan hukum dimaksud karena erat kaitannya dengan disiplin ilmu yang dipelajari dan diterapkan. Selain itu, tentunya para pihak yang terkait langsung dengan bangunan gedung sangat perlu mempelajari ketentuan hukum dimaksud , seperti penyedia jasa konstruksi, kontraktor, konsultan manajemen, pengawas bangunan, dan birokrat yang berwenang menerbitkan IMB (Izin Membangun Bangunan).
Marihot P. Siahaan, S.E., M.T. dalam bukunya "Hukum Bangunan Gedung di Indonesia"
Tulisan diatas merupakan pengantar tentang hukum bangunan, sedangkan tentang pranata pembangunan author akan mengajak membaca kutipan berikut :

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, permasalahan dalam pembangunan menjadi semakin kompleks. Artinya ruang yang dibangun oleh manusia juga mengalami banyak masalah. Salah satu masalah adalah persoalan mekanisme/ikatan/pranata yang menjembatani antara fungsi satu dengan fungsi lainnya. Masalah ke-pranata-an ini menjadi penting karena beberapa hal akan menyebabkan turunnya kualitas fisik, turunnya kualitas estetika, dan turunnya kuantitas ruang dan materinya, atau bahkan dalam satu bangunan akan terjadi penurunan kuantitas dan kualitas bangunan tetapi biaya tetap atau menjadi berlebihan.



Pranata dalam pengertian umum adalah interaksi antar individu/kelompok dalam kerangka peningkatan kesejahteraan atau kualitas hidup, dalam arti khusus bahwa terjadi interaksi antar aktor pelaku pembangunan untuk menghasilkan fisik ruang yang berkualitas. Pranata di bidang arsitektur dapat dikaji melalui pendekatan sistem, karena fenomena yang ada melibatkan banyak pihak dengan fungsi berbeda dan menciptakan anomaly yang berbeda sesuai kasus masing-masing.


Dalam penciptaan ruang (bangunan) dalam dunia profesi arsitek ada beberapa aktor yang terlibat dan berinteraksi, adalah pemilik (owner), konsultan (arsitek), kontraktor (pelaksana), dan unsur pendukung lainnya.

Keterkaitan antar aktor dalam proses kegiatan pelaksanaan pembangunan mengalami pasang surut persoalan, baik yang disebabkan oleh internal didalamnya dan atau eksternal dari luar dari ketiga fungsi tersebut. Gejala pasang surut dan aspek penyebabnya tersebut mengakibatkan rentannya hubungan sehingga mudah terjadi perselisihan, yang akibatnya merugikan dan/atau menurunkan kualitas hasil.

Ir. Budi Sudarwanto, MSi. dalam tulisannya di http://arsitekturberkelanjutan.blogspot.com
Itulah pemaparan singkat tentang pranata pembangunan. Jadi dapat kita ambil hipotesa alias kesimpulan sementara bahwa hukum dan hukum pranata pembangunan merupakan aturan-aturan yang mengikat suatu bangunan baik itu berasal dari pemerintah maupun norma sosial yang berlaku di tempat dimana bangunan itu hendak berdiri.

Struktur Hukum Pranata di Indonesia 

  1. Legislatif (MPR-DPR), sebuah anggota parlemen yang membuat sebuah peraturan hukum.
  2. Eksekutif (Presiden-pemerintah), sebagai pelaksana perundang-undangan yang telah dibuat oleh DPR. Lalu kepolisian (POLRI) juga institusi hukum lainnya juga berwenang melakukan penyidika, Jaksa yang melakukan penuntutan.
  3. Yudikatif (MA-MK) sebagai lembanga penegak keadilan. Mahkamah Agung (MA) berserta pengadilan tinggi (PT) & Pengadilan Negeri (PN) se-Indonesia mengadili perkara yang kasuistik, sedangan Mahkamah Konstitusi (MK) mengadili perkara peraturan Perundang-undang.
  4. Lawyer atau pengacara, adalah suatu pihak yang membantu mewakili klien untuk sebuah perkara masalah di pengadilan.  


@rzkian - thanks to :
http://a-life-sketch.blogspot.com/2010/10/hukum-dan-hukum-pranata-pembangunan.html (Author)
http://kamusbahasaindonesia.org
http://architectgroups.blogspot.com/2012/10/hukum-pranata-pembangunan.html

Kamis, 16 Januari 2014

Arsitek Lingkungan Hemat Energi

Sebagai (calon) Arsitek, sebelum menciptakan sebuah bangunan yang berkualitas haruslah memikirkan beberapa aspek yang salah satunya bangunan hemat energi, dengan memanfaatkan potensi alam semaksimal mungkin. Dalam dunia Arsitektur dikenal dengan Arsitektur Ekologis yang berarti bangunan yang memiliki wawasan lingkungan, dan mempunya komunikasi antara bangunan dengan alam sekitar. Pola perencanaan Eko-Arsitektur selalu memanfaatkan alam sebagai berikut :
  • Dinding, atap sebuah gedung sesuai dengan tugasnya, harus melidungi sinar panas, angin dan hujan.
  • Intensitas energi baik yang terkandung dalam bahan bangunan yang digunakan saat pembangunan harus seminal mungkin.
  • Bangunan sedapat mungkin diarahkan menurut orientasi Timur-Barat dengan bagian Utara-Selatan menerima cahaya alam tanpa kesilauan
  • Dinding suatu bangunan harus dapat memberi perlindungan terhadap panas. Daya serap panas dan tebalnya dinding sesuai dengan kebutuhan iklim/ suhu ruang di dalamnya. Bangunan yang memperhatikan penyegaran udara secara alami bisa menghemat banyak energi.
Semua tau Arsitektur Hemat Energi merupakan salah satu langkah mengurangi efek global warming atau pemanasan bumi dan pencemaran atmosfir. Salah satunya, menciptakan sebuah huniaan dengan Arsitektur Hemat Energi ini. Tidak ada salahnya jika kita mencoba ikut berpartisipasi untuk hemat energi dengan konsep arsitektur hemat energi.

Konsep Arsitektur Hemat Energi
Konsep seperti apa menciptakan agar terbentuknya rumah yang ber-Arsitektur Hemat Energi?, Ridwan Kamil pernah menguraikan beberapa aspek penting yang perlu diperhatiakan dalam konsep rumah hijau :
  • Skala ruangan
  • Jumlah ruangan yang berlebihan
  • Semakin banyak pepohonan dan aliran udara jendela yang benar
  • Memakai konsep penyinaran hijau
Ridwan kamil mengatakan, "Saat ini seperti konsep arsitektur hemat energi memang lenih cocok untuk diterapkan di negara empat musim. untuk di Indonesia yang beriklim tropis tentu diperlukan adaptasi. misalnya untuk dindingya, bahan batu mungkin lebih cocok karena disini matahari bersinar sepanjang tahun. jadi cenderung lebih banyak panas. Yang jelas rumah di iklim tropis juga bisa didesain agar hemat energi. Antara lain dengan memperhatikan penataan ruang dan ventilasi. Referensinya pun kini juga sudah banyak tersedia"
 
Rumah dengan sistem pencahayaan hijau dapat mengurangi konsumsi energi. karena semakin banyak pepohonan tumbuh di sekitar rumah, semakin berkurang intensitas panas. Selain kenyamanan dari sisi thermal, tersedia juga kenyamanan dari sisi visual.
 
Energi matahari yang melimpah dimanfaatkan untuk menciptakan kemandirian energi dirumah. Salahsatunya dengan aspek desain yang menempatkan solar panel disisi rumah yang menghadap barat yang mendapatkan terpaan sinar matahari paling tinggi dan lama. Selain memanfaatkan energi, hal ini dapat mengurangi panas yang merambat di dinding rumah, dan mengurangi pnggunaan pendingin ruangan.
 
Merancanakan Hunian Yang Hemat Energi
Setelah mengetahui konsep seperti apa menciptakan hunian hemat energi, dan sekarang bagaimana merencanakan hunian yang hemat energi?. berikut kutipan dari blog "anneahira" ( klik disini ) 

Mewujudkan rumah yang hemat energi dengan arsitektur hemat energi sebenarnya bukan hal yang sulit untuk dilakukan, yang penting anda tahu cara dan mau menerapkannya. Salah satu cara yang paling mudah unutk dilakukan namun sering diabaikan ialaha penghemat penggunaan listrik rumah tangga.

Ada banyak perabot elektronik dirumah kita, tidak semua perbaot tersebut harus digunakan, apalagi digunakan secara bersamaan. Atur pemakaiannya dengan bijak, sehingga konsumsi energi listrik dirumah tidak menjadi boros. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk berhemat energi listrik dirumah :

  1. Pencahayaan, penempatan titik lampu yang tepat pada saat perencanaan dapat mengurangi beban pemakaian listrik dirumah. sesuaikan fungsi sebuah ruangan dengan kebutuhan pencahayaannya. Kebutuhan lampu penerangan untuk ruang tidur akan berbeda dengan ruang keluarga. Perletakan dan bukaan jendela pada saat proses perencanaan dan desain perlu mempertimbangkan intensitas cahaya alami yang masuk kedalam ruangan, sehingga pada siang hari di dalam ruangan cukup menggunakan pencahayaan alami tanpa harus menyalakan lampu.
  2. Penghawaan, penerapan konsep ventilasi alam yang baik dalam rumah tinggal sangat membantu mengurangi pemakian energi listrik. Jika sirkulasi udara pada area toilet (WC) dirancang dengan baik, maka tidak memerlukan exhaust fan. Demikian halnya jika sirkulasi udara pada ruang dapur sudah tepat, tidak dibutuhkan alat pengisap asap atau cooker hood. ( baca lebih lanjut )
  3. Air Bersih, Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok rumah tangga. Mesin pompa air merupakan salah satu peralatan umum yang sering kita jumpai dalam rumah, kebanykan pompa air menggunakan daya listrik yang cukup besar. Sebaiknya menyediakan tangki atau tandon air yang ukurannya cukup besar untuk melayani konsumsi air yang cukup tinggi dirumah. Dengan mengisi tanki atau tandon air secara penuh, artinya mengurang intensitas pemakaian mesin pompa air yang berakibat pada berkurangnya beban listrik. ( baca lebih lanjut ya )
Kesimpulannya, banyak manfaat dari hunian hemar energi ini. Salah satunya mencengah terjadinya global warming, juga dari segi ekonomi hunian dengan konsep ini terbilang ekonimis dan banyak keuntungan yang diberi. Nah, sebagai calon arsitek terutama saya, Arsitektur Hemat Energi ini sangat menjadi acuan saya dalam merancang sebuah bangunan yang tetap memikirkan lingkungan dan desain serta kenyamanan pengguna.

referensi : 

Senin, 02 Desember 2013

Kegagalan Arsitektur Terhadap Lingkungan

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain parabot dan desain produk. Arsitektur yang baik ada arsitektur yang melihat tentang bagaimana membangun sebuah bangunan yang ramah lingkungan dan tidak membuat kerusakan di alam sekitarnya. Dengan keahlian yang dimiliki seorang arsitek, mereka dapat membantu melestarikan lingkungan dan tetap melakukan pembangunan, seperti membangun rumah atau bangunan yang sering disebut green building karena bangunannya yang bersahabat dengan lingkungan.

Maka banyak sebagian orang berpendapat bahwa kegagalan atau kerusakan dalam lingkungan diperansertakan oleh Arsitektur sebagai perancangnya. Pada setiap pembangunan tentu akan mengakibatkan perubahan yang berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Contoh: limbah, air kotor sisa dari kehidupan manusia yang tinggal didalamnya. Hal ini tentu tidak dapat terhindari, mengingat setiap manusia pasti akan "menciptakan" limbah dari dalam tubuh maupun luar tubuh (limbah cuci, dll). Untuk menghindari merusak lingkungan dengan tidak melakukan pembangunan sama sekali tentu bukan solusi yang bijaksana, dimana manusia tentu membutuhkan tempat tinggal, dan membangun tempat tinggal mungkin memerlukan pembukaan lahan yang berarti merusak lingkungan alami sekitar. Tapi dengan memanfaatkan ilmu yang dimiliki seorang arsitek, mereka bisa merancang sebuah bangunan yang ideal dan ramah lingkungan.
Namun tidak semua bangunan yang dibangun seorang arsitek memperhatikan lingkungan sekitarnya. Ada juga kesalahan-kesalahan yang dapat dilakukan seorang arsitek. Seperti jalan yang ambles atau bendungan yang runtuh karena masalah struktural, bangunan yang tidak memperhatikan KDB, KLB, ataupun KDH. Seperti beberapa pengalaman yang pernah saya lihat. Ada pembangunan mini market di Indonesia ini yang tidak memperhatikan lingkungan sekitar, dengan membangun mini market didepan mini market yang kurang lebih sama fungsi dan tujuannya. Dan parahnya pembangunannya dengan menebang pohon yang sudah bertahun-tahun berada disana tanpa berupaya melakukan pergantian terhadap pohon tersebut.
 
Pengaruh posotif pekerjaan arsitek terhadap lingkungan
  1. Memperhatikan hubungan antara ekologi dan arsitektur, yaitu hubungan antara massa bangunan dengan makhluk hidup yang ada disekitar lingkungannya, tak hanya manusia tetapi juga flora dan faunanya. Arsitektur sebagai sebuah benda yang dibuat oleh manusia harus mampu menunjang kehidupan dalam lingkugannya sehingga memberikan timbal balik yang menguntungkan untuk kedua pihak. Pendekatan ekologis dilakukan untuk menghemat dan mengurangi dampak  – dampak negatif yang ditimbulkan dari terciptanya sebuah massa bangunan, akan tetapi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Contoh terapannya yaitu, munculnya trend green design.
  2. Memberikan dampak pada estetika bangunan
  3. Dapat memberikan pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota.
  4. Memperhatikan kondisi lahan yang akan dibangun. Sebagai contoh bila bangunan akan didirikan pada lahan yang memiliki kemiringam, maka dengan pendekatan ekologis bisa dicarikan solusinya seperti memperkuat pondasi, atau menggabungkan unsur alam pada lingkungan dengan bangunan yang ada sehingga semakin estetis bangunan yang tercipta.
 Contoh :
        Taman ismail marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
        banyaknya lingkungan hijau di site bangunan tersebut dan pembuatan taman pada atap                         sehingga membuat dampak positif untuk mengurangi dampak global warming.
  • Sebagai taman hijau kota.
  • Pembuatan the "Artificial Sungai" dibuat sepanjang sisi barat laut situs untuk membantu mengumpulkan air hujan untuk didaur ulang dan mengganti pagar sebagai batas ramah antara taman dan sekitarnya.
 
  Pengaruh buruk dari pekerjaan arsitek yang tidak memperdulikan lingkunagan

  •  Ambrolnya sisi utara jalan raya RE Martadinata sepanjang 103 meter.

Ambrolnya jalan RE martadinata tersebut merupakan contoh dari ketidak pedulian arsitek terhadap lingkungan sekitarnya, daerah yang seharusnya menjadi tempat hijau (tempat penanaman pohon bakau) dijadikan jalan raya. yang mengjutkan lagi seharusnya di pinggir-pinggir jalanan ditanami pohin bakau agar tidak terjadi abrasi terhadap tanah tapi ini tidak ada, bagai mana tidak ambrol apabila begitu?
 
 
  •  Banjirnya Kota Jakarta
Banjirnya kota jakarta merupakan akibat dari sitem pembangunan-pembangunan di jakarta yang tidak memikirkan lingkungan, hal tersebut marupakan akibat dari lingkungan yang seharunya merupakan daerah hijau di jadikan menjadi gedung-gedung dan pemakaian plester penuh pada stiap permukaan tanah di kota jakarta sehingga tidak adanya tempat lagi untuk resapan air.
 
 
  • Jebolnya tanggul Situ Gintung 
Jebolnya tanggul Situ Gintung karena selain banyaknya curah hujan yang terjadi, peneliti memperkirakan itu juga karena maraknya pembangunan tempat wisata ataupun bangunan komersial lainnya disekitar tanggul Situ Gintung yang seharusnya menjadi tanah resapan bagi tanggul tersebut.

  • Jembatan Tanah Abang Robo   
Jembatan Tanah Abang Roboh membuat beberapa pengunjung yang berbelanja tetimbun reruntuhan. Bangunan yang roboh di sekitar Metro Tanah Abang merupakan calon toilet di pusat grosir Metro Tanah Abang, bukan merupakan jembatan penghubung Blok A-Blok B. Bangunan itu roboh karena konstruksi belum sempurna.Bangunan yang runtuh adalah bagian yang akan dijadikan toilet di lantai tiga gedung tersebut.(Kaskus,megapolitankompas)

 
Kesimpulan
Bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang, atau melalui standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu.


sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur
http://arsitekturdanlingkungan.blogspot.com/2012/10/pengertian-arsitektur-dan-lingkungan.html
http://dhikarusmen.blogspot.com/2012/01/kegagalan-arsitek-terhadap-lingkungan.html
http://nataliaadelissagitaimbiri.blogspot.com/2012/01/kegagalan-arsitektur-terhadap.html
http://addt-green.blogspot.com/2012/01/kegagalan-arsitektur-terhadap.html


Sabtu, 05 Oktober 2013

Arsitektur dan Lingkungan di Tanah Melayu

Tanjungpinang adalah ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau. Kota yang memiliki luas 239.5 km2 ini sedang gencar-gencarnya memberikan konstribusi yang cukup signifikan dalam membangun perekonomian kota Tanjungpinang. Kota yang memiliki total populasi 187.359 jiwa ini merupakan dataran rendah kawasan rawa bakau dan sebagian lain merupakan perbuktian sehigga lahan kota sangat berfariasi dan berkontur.

Sebagai penduduk asli tanah Melayu ini yang sangat mempedulikan lingkungan setelah mempelajari beberapa teori dari Aritektur dan Lingkungan yang diberikan pada saat jam perkampusan dimulai, sangat menghawatirkan, disaat kota Tanjungpinang yang dikenal Kota Gurindam ini salah dalam memberikan konstribusi. 

Tanjungpinang memiliki Sungai Pulai sebagai stok air bersih, juga sebagai sumber air PDAM untuk menghidupi warga Tanjungpinang. Rasa resah pada warga kota Tanjungpinang saat ini adalah krisis air bersinya. Diduga akibat pembalakan liar pada hutan lindung disekitar sungai pulai, sehingga 60% air waduk turun drastis. Hal ini membuat permerintah setempat mengadakan penanaman pohon kembali disekitar sungai tersebut.

Tinggal di perumahan yang hanya mengandalkan air Pdam menjadi curi-curian air bersih dgan tetangga jika air dari pdam sedang jalan, menggunakan mesin penyedot air setiap bak-bak kamar mandi siap dipenuhi. Dengannya begitu oknum-oknum penjual air bersih sangat diuntungkan  disaat air pdam sedang tidak jalan, ini membuat pengeluaran uang rumah tangga menjadi meningkat.

Mendengar pemerintah ingin menanam 15.051.404 pohon kembali disekitar hutan dekat sungai yang sudah dibabat abis sangat merasa lega, apalagi pemerintah melibatkan penduduk serta pelajar untuk menanam proyek ini. Tapi sayang, karena kesadaran belum ada di diri saya pada waktu itu (kira-kira pada tahun 2010), saya tidak ikut berpartisipasi dalam memajukan penghijauan kembali disekitar danau. Apa daya, hal yang sudah harus dirasakan air bersih saat ini, tidak dapat saya rasakan, karena saya sudah menetap di Depok dan hanya sebulan sekali pulang ke kota yang dikelilingi pantai putih ini.

Tidak sampai disitu, muka Tanjungpinang kini juga sudah berbeda. Pada waterfront city (wajah kota) Tanjungpinang kini sedang ada perluasan tanah untuk tempat kongkow / nongkrong bagi anak-anak muda Tanjungpinang. 

Pohon belum terlihat tampak pada lokasi gambar diatas, mungkin karena lokasi belum diselesaikan dengan sempurna, tapi siapa sangka pada malam hari disana berubah menjadi tempat yang sangat ramai dikunjungi, banyak pedagang memungut pundi-pundi uang dengan membuka lapak makan dan minum disekitar lokasi. 

Pentingnya pohon bagi manusia, disalah satu Blog mengatakan 1 (satu) pohon menghasilkan 1,2 kg oksigen per hari. 1 (satu) orang bernafas perlu 0,5 kg oksigen per hari. Jadi 1 (satu) pohon menunjang kehidupan 2 (dua) warga dan menebang 1 (satu) pohon di kota berarti mencekik 2 (dua) warga. Jadi, jika pada malam hari lokasi diatas menampung setiap lapaknya 100 orang, kalau dikali kan dengan 5 lapak (biasanya lebih), berarti lokasi diatas menampung 500 orang setiap malamnya. Angka fantastis, dengan lokasi pepohonan yang masi sedikit dan harus menampung 500 orang. Mungkin kalau warga Tanjungpinang sudah ngumpul di lokasi diatas, mungkin warga sudah pada bengek karena sesak nafas xP

Pagi hari sangat berbeda keadaan jika pada malam harinya. Lokasi pada gambar sangat ramai jika sudah masuk malam minggu, terkadang warga sendiri tidak menyadari apa yang mereka lakukan sudah merugikan lingkungan. Seperti membuang sampah sehabis mereka makan membuangnya ke dalam laut. Sekali lagi butuh kepedulian masyarakat setempat terhadap lingkungan.

Lingkungan sangat dibutuhkan demi menciptakan suatu kota yang maju. Saya hanya bisa mengharap kepada pihak pengembang kota Tanjungpinang agar tidak hanya meningkatkan kontribusi untuk meningkatkan perekonomian dan daya tarik parawisatawan tanpa melihat memperdulikan penghijauan disetiap proyek yang akan dijalankan. 






Beberapa kutipan yang saya ambil :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tanjungpinang
http://hukum.kompasiana.com/2013/06/23/semakin-botak-semakin-kaya-571425.html
http://dhony-syach.blogspot.com/2011/06/manfaat-sebatang-pohon-menebang.html


Minggu, 12 Mei 2013

Jurnalistik Arsitektur

Baru kerasa, pengen jadi Arsitektur itu susah broh. Engak gampang. Serius. Kalo gue bisa teriak di laman gue ini, gue teriak sekarang nih... "DEMI TUHAAAAN!.."

Apalagi sekarang dengan bangganya gue keterima di Bem FTSP di kampus gue. Dan sekarang? "DEMI TUGASSSS!..." agak sedikit ada penyesalan. Sedikit. Iya sedikit :((( sedikit kalo Jurnalistik Arsitektur setiap setahun sekali. Kalo setiap bulan?.... "DEMI SINCHAAAAN..." gue lelah, letih, lesu, lapar (lele-lela) :((

Simak deh video pertama gue di Jurnalistik Arsitektur yang udah di Upload ke Youtube bersama kelompok gue. Mengulas tentang wilayah perkantoran SCBD di Jalan Jendral Sudirma, Jakarta Selatan.

----------> klik aja disini kalo lo bener-bener penasaran. Video susah dicari kalo serchnya, harap dimaklumi <----------

Nah, udah lihat?, nyesal engak buka link diatas tadi?, huahihihehehiik. Gini broh.. Hidup itu pilihan, wajar kalo ada yang namanya penyesalan. Apasih -..- pokoknya itu video engak layak dikatakan jurnal. Layak kalo suara naratornya lebih kencengan. Itu gue rekam suara gue sendiri udah teriak-teriak woy!!.

Syudahlah. Sekian, Kreatifitas itu tidak ada batasannya. Dan video jurnal diatas tadi tidak ada hubunggannya di kekreatifitasan atau apalah.

Eh ngomong-ngomong, gue baru update lagi nih ^.^V kalo engak disuru update dengan dosen, engak bakalan update nih Blog. hhe...

Jumat, 09 November 2012

TUGAS ISD: ILMU SOSIAL DASAR IV


I.     INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI

1.      Pengertian Pemuda
Pemuda adalah generasi yang diharapkan terhadap bangsa dan negaranya untuk meneruskan generasi sebelumnya.Tapi terkkadang pemuda zaman sekarang tidak menyadari bahwa didiri mereka terbebani menjadi pengganti generasi sebelumnya. Hal ini dapat dimengerti karena emuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus.
Lebih menarik lagi pada generasi ini mempunyai permasalahan-permasalahan yang sangat bervariasi, dimana jika permasalahan ini tidak dapat diatasi secara proposional maka pemuda akan kehilangan fungsinya sebagai penerus pembangunan.
Disamping menghadapi berbagai permasalahan, pemuda memiliki potensi-potensi yang melekat pada dirinya dan sangat penting artinya sebagai sumber daya manusia. Oleh karena itu berbagai potensi positif yang dimiliki generasi muda ini harus digarap, dalam arti pengembangan dan pembinaannya hendaknya harus sesuai dengan asas, arah, dan tujuan pengembangan dan hendaknya harus sesuai dengan asas, arah , dan tujuan pengembangan dan pembinaan generasi muda di dalam jalur-jalur pembinaan yang tepat serta senantiasa bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional yang serta senantiasa bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional sebagaimana terkandung didalam UUD 1945 aline IV.
Macam – macam Pemuda
1.      Jenis Pemuda Urakkan
2.      Jenis Pemuda Nakal
3.      Jenis Pemuda Radikal
4.      Jenis Pemuda Sholeh

2.      Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk kepribadiannya dilingkungan masyarakat, dan dapat berfungsi sebagai peranan di kelompok individu.
Proses sosialisasi generasi muda adalah suatu proses yang sangat menentukan kemampuan dari pemuda untuk menselaraskan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu pada tahapan pengembangan dan pembinaannya, melalui proses kematangan dirinya dan belajar pada berbagai media sosialisasi yang ada di masyarakat, seorang pemuda harus mampu meseleksi berbagai kemungkinan yang ada sehingga mampu mengendalikan diri dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat, dan tetap mempunyai motivasi sosialisasi yang tinggi.

3.      Internalisasi belajar dan Sosialisasi

Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya dilingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.



4.      Proses Sosialisasi
Proses Sosialisasi ada 4 yaitu:
1.      Tahapan Persiapan, Tahapan ini ilakukan sejak manusia dilahirkan, pada saat anak-anak mulai mempersiapkan dirinya untuk mengenal dunia sosialisasi dari lingkungan rumah, media dan tempat-tempat yag disinggahinya dengan cara meniru walaupun tidak sempurna.
2.      Tahapan Meniru, Di mana seorang anak yang mulai sempurna untuk meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Dia mulai mengetahui namanya, nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
3.      Tahapan Siap Bertindak, Tahapan ini memulai seorang anak yang hanya meniru menjadi seorang diri yang dia inginkan, menyadari adanya suatu norma yang ada dirumah maupun dilingkungannya, dan mulai mendapatkan kompleks yang harus dihadapinya didalam bersosialisasi.
4.      Tahapan Norma Kolektif , Tahapan ini sudah dianggap dewasa karna didalam dirinya sudah tau sepenuhnya apa itu arti norma dalam kehidupanyang sebenarnya, memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang yang iia kenal maupun orang yang iia tidak kenal dalam arti Masyarakat Luas.

5.      Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda Masyarakat

Peranan Sosial Mahasiswa bisa dikatakan pemuda yang aktif dan berintelektual yang akan berperan sebagai generasi yang diharapkan akan meneruskan generasi sebelumnya, yang akan membangun negaranya menjadi lebih baik (maju). Sedangkan Pemuda adalah sesorang Individu atau kelompok yang berperan aktif didalam masyarakat dan bisa dikatakan Mahasiswa atau tidak, karena belum semua pemuda yang berintelektual mampu secara ekonomi untuk menjenjang pendidikan yang lebih tinggi, karna biaya pendidikan yang semakin mahal.  Bisa dikatakan Pemuda memiliki Sosialisasi yang tinggi yang dapat berperan penting dilingkungan masyarakat kuhususnya bersosialisai untuk menjadi penengah didalam lingkungan sekitar maupun secara luas.

II. PEMUDA DAN IDENTITAS

1.      Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Pola dasar Pembinaan dan pengembangan Generasi Muda
1.      Landasan Idiil
2.      Landasan Konstitusional
3.      Landasan Strategis
4.      Landasan Historis
5.      Landasan Normatif
Menurut Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda yang ada di atas telah  ditetapkan oleh mentri pendidikan dan kebudayaan dalam keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan NO 00323/U/1978 Tanggal 28 Oktober 1978.
Jadi, pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah semua pihak yang bersangkutan harus ikut serta dalam kepentingan generasi muda, agar satu laras mencapai tujuan yang kita semua inginkan.

2.      Dua Pengertian Pokok Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Pengertian pokok pembinaan dan pengembangan Generasi Muda ada dua yaitu :
1.      Generasi Muda sebagai Subyek
2.      Generasi Muda sebagai Obyek
Generasi Muda subyek adalah mereka yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah – masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.
Generasi Muda Obyek adalah mereka yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
3.      Masalah - Masalah Generasi Muda
Banyak sekali masalah – masalah yang ada dikalangan generasai muda, contohnya :
·         Menurunnya jiwa idealisme, patriorisme dan nasionalisme dikalangan generasi muda.
·         Kurangnya Gizi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan generasi muda.
·         Kawin Muda
·         Pergaulan Bebas
·         Meningkatnya Kenakalan Remaja (Tauran, Mabuk – mabukan, ganja, Narkoba).
·         Belum adanya peraturan UUD yang menyangkut tentang Generasi Muda.
4.      Potensi - Potensi Generasi Muda

·         Idealisme dan daya kritis
·         Dinamika dan kreativitas
·         Keberanian Mengambil Resiko
·         Opimis dan kegairahan semangat
·         Sifat kemandirian, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab
·         Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
·         Patriotisme dan Nasionalisme
·         Kemampuan menguasai ilmu dan teknologi

5.      Tujuan Pokok Sosialisasi
Tujuan sosialisasi ada 4yaitu:
1.      Memberikan ketrampilan terhadap seseorang agar mampu mengimbangi hidup bermasyarakat.
2.      Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif.
3.      Membantu mengendalikan fungsi – fungsi organic yang dipelajari melalui latihan – latihan mawas diri yang tepat.
4.      Membiasakan diri dengan berprilaku sesuai dengan nilai – nilai dan kepercayaan pokok yang ada dimasyarakat.

III.         PERGURUAN DAN PENDIDIKAN

1.      Mengembangkan Potensi Generasi Muda

Potensi Generasi Muda dapat dikembangkan melalui bidangnya masing – masing agar tercapai suatu keinginan yang selaras antara Generasi sebelumnya dan Generasi Baru yang akan mencapai suatu negara yang maju dan sejahtera.

2.      Pendidikan dan Perguruan Tinggi
Pendidikan adalah usaha sadar  dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ilmu di bidang keinginannya masing – masing agar bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Sedangkan perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi disebut Mahasiswa sedangkan tenaga pendidikan perguruan tinggi disebut dosen.disinilah seseorang dapat mengembangkan lebih dalam lagi ilmu – ilmu yang telah didapat dari pendidikan sebelumnya (SD,SMP,SMA), yang akan berpeluang besar menggantikan generasi sebelumnya, dan dapat memajukan bangsa dan negaranya.
3.      Alasan Mengenyan Pendidikan Tinggi

Mengapa semua individu khususnya diIndonesia wajib mengenyam pendidikan selama 12 tahun?maka jika tidak, akan terjadi akibat seperti Pengangguran Semakin Banyak, Generasi Muda tidak ada, perampokan, pembunuhan dan lain sebagainya. (Menakutkan bukan) faktor: hanya karena  pendidikan yang mahal. Syukurlah pemerintah punya program sekolah gratis selama 9 tahun, “itu setahu saya karna saat SMA saya masih bayar“. Jadi kesimpulannya mengapa individu harus mengenyam pendidikan adalah  karna setiap individu harus sekolah Minimal selama 12 tahun agar disaat seseorang beranjak dewasa, seseorang itu dapat bermanfaat sebagai pemuda yang aktif didalam lingkungan masyarakat dan akan menjadi Generasi Penerus yang akan menjadi Pemimpin yang baik mengerti rakyat dan memajukan bangsa ini ke arah yang lebih baik. (Regeneration).
 
 
Copyright © rizki kurniawan
Blogger Theme by BloggerThemes